Pentingnya Kemasan Bagi Industri Indonesia

Pentingnya Kemasan Bagi Industri Indonesia

Beberapa waktu yang lalu Bapak Airlangga Hartanto selaku Mentri Perindustrian Republik Indonesia mengatakan bahwa industri kemasan plastik saat ini sangat berperan penting dalam ( supply chain ) rantai pasok sebagai sektor strategis lainnya seperti industi makanan dan minuman, kosmetik, farmasi dan elektronik.

Saat mengunjungi PT. Berlina Tbk di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada senin 13 Maret 2017, Airlangga berkata “Industri kemasan plastik yang merupakan sektor kimia hilir selama ini telah menjadi supply chain dari consumer product,”

Pada tahun 2015-2019 berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), Kemenperin selama ini menetapkan industri plastik hilir sebagai sektor prioritas pengembangan .

Kemenperin berupaya mengurangi ketergantungan bahan baku impor serta mendorong peningkatan kualitas, kuantitas maupun spesifikasi produk yang dihasilkan ungkap Airlangga  untuk memacu kinerja industri plastik dalam negeri,

“Sektor ini vital dengan ruang lingkup hulu hingga hilir yang dibutuhkan banyak industri lain dan memiliki variasi produk beragam,” kata dia.

Sementara itu Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, Kemenperin terus berupaya meningkatkan daya saing industri plastik melalui berbagai kebijakan strategis, khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan perdagangan bebas dunia.

“Dalam menghadapi kendala pemenuhan bahan baku dan persaingan menghadapi MEA, salah satu langkahnya adalah pemberian fasilitasi melalui bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP),” ujarnya.

Dukungan lainnya, yakni melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), fasilitasi promosi dan investasi, penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), tata niaga impor, penguatan kegiatan penelitian dan pengembangan serta kebijakan lain yang mendukung peningkatan daya saing dan produktivitas.

“Kami juga mendorong agar pelaku industri plastik nasional mampu bersinergi dan terintegrasi melalui kerjasama antar stakeholders sehingga produk plastik dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar internasional,” kata Sigit.